Petualangan Si Barley

Kehidupan adalah serangkaian petualangan. Setiap petualangan merupakan kesempatan untuk mengekplorasi dunia.

Gunung Bromo - Probolinggo

Tempat yang sangat menakjubkan dan masyarakatnya yang ramah tamah.

Gunung Guntur - Garut

Pemandangan yang sangat eksotik, yang paling seru saat turun, seperti skating. Meluncuuurr!!!..

Fakultas Psikologi

Masuk bareng-bareng, sarjana juga harus bareng-bareng. Moga saja, amin!

Kampung Sampireun - Garut

Aya kahayang dina jero dada sugan kahontal, nyieun acara di tempat ieu anu sakral keur nyangcang tali asih.

Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

4.22.2012

Mencari Tuhan dan Memilih Agama

Berbicara tentang tuhan itu memang tidak pernah ada habisnya, karena Dia juga tidak akan pernah mati. Meskipun ada kata-kata "Tuhan telah mati", maksud dari kata itu adalah tuhan telah mati didalam hati manusia, sehingga eksistensi tuhan itu sendiri ditiadakan dengan dirinya sendiri. Beribu-ribu agama didunia ini tapi hanya ada satu tuhan dan memang satu, yaitu Allah.


Kalau seandainya anda mencari Tuhan lalu tidak bertemu dengan-Nya jangan salahkan Tuhan lalu tidak percaya tuhan, karena Tuhan itu inmateri, tidak bisa dijangkau oleh indra kita kecuali dengan hati (beriman), kalau beriman tanpa ada bukti itu memang sulit, anak TK (Taman Kanak-anak) saja kalau mau disuruh harus dikasih permen, masa kita yang sudah sebesar ini harus beriman kepada yang tidak kita ketahui, orang gila saja sebelum gila normal dulu. haha
Jika memang anda benar-benar ingin bertemu dengan Tuhan, silahkan saja mati, mungkin dengan mati anda tahu kebenaran sesungguhnya.


Kalau sudah mati tidak bisa hidup kembali (semua pasti setuju dengan pernyataan seperti itu dan memang harus setuju) haha.. Alahkah meruginya orang yang tahu kebenaran setelah datang kematian, penyesalan yang tak berguna. Lantas bagaimana untuk mendapatkan kebenaran ini? Kebenaran tidak akan bisa tercapai dengan adanya fanatisme, hargai semua perbedaan, dan jangan apriori. Tidak ada salahnya orang islam mempelajari agama kristen atau sebaliknya. Toh, semua agama mengajarkan tentang kebaikan.
Yang terpenting percaya Tuhan, yaitu Allah. Pasalnya agama itu hanya untuk mengatur kehidupan supaya manusia bermoral tidak bejad seperti oknum-oknum yang mengatasnamakan tokoh pembesar agama.


Ini saya tulis dengan pemikiran saya sendiri, bukan untuk mengkafirkan orang muslim atau mengajak agama lain masuk ke agama tertentu yang di anggap benar oleh pemeluknya.



8.27.2011

Rahasia Dibalik Materi

Bagi Anda, realitas adalah semua yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Di dalam mimpi, Anda juga dapat "menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata Anda", namun dalam kenyataan, Anda tidak memiliki tangan dan mata, juga tidak ada yang dapat disentuh atau dilihat. Tidak ada realitas material yang membuat hal ini terjadi kecuali otak Anda. Anda telah tertipu.

Apakah yang memisahkan kehidupan nyata dengan mimpi? Pada dasarnya kedua bentuk kehidupan tersebut terjadi di dalam otak. Jika kita dengan mudah dapat hidup dalam "dunia tak nyata" selama bermimpi, hal yang sama dapat terjadi di dunia yang kita diami. Ketika kita terbangun dari sebuah mimpi, kitai berpikir bahwa kita kembali ke "kehidupan nyata". Anggapan kita bahwa mimpi adalah khayalan dan dunia sadar adalah dunia sesungguhnya, merupakan kebiasaan dan praduga. Jadi bisa saja suatu saat kita dibangunkan dari kehidupan di bumi yang kita anggap tempat kita hidup sekarang sebagaimana kita dibangunkan dari sebuah mimpi.

Titik awal pendekatan ini adalah bahwa "dunia luar" yang terbentuk dalam otak kita hanya sebuah respons yang diciptakan oleh sinyal-sinyal elektris. Merahnya apel, kerasnya kayu, bahkan, ibu, ayah, keluarga Anda dan segala sesuatu yang Anda miliki, rumah, hanya terdiri atas sinyal-sinyal elektris. Penemuan-penemuan fisika modern menunjukkan bahwa alam semesta merupakan suatu kumpulan persepsi.

Akan tetapi, di sini muncul pertanyaan penting. Jika semua kejadian fisik yang kita ketahui, pada hakikatnya adalah persepsi, bagaimana dengan otak kita? Karena otak kita adalah bagian dari dunia fisik seperti halnya lengan, kaki atau objek lain, maka otak pun seharusnya merupakan persepsi seperti semua objek lainnya.

Ketika otak dianalisa, yang ditemukan hanya lipida dan protein, molekul yang juga terdapat pada organisme lain. Berarti di dalam sepotong daging yang kita sebut "otak", tidak ada apa pun yang dapat digunakan untuk mengamati citra, membangun kesadaran atau mencipta seseorang yang kita sebut "saya".

Jelas bahwa sesuatu yang melihat, mendengar dan merasa adalah wujud supramaterial. Wujud ini "hidup" dan dia bukan materi atau citra materi. Wujud ini berhubungan dengan persepsi di depannya dengan menggunakan citra tubuh kita.

Wujud ini adalah "jiwa".

Fakta ini telah teruji secara empiris berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, fakta bahwa alam semesta adalah wujud bayangan telah digambarkan secara nyata, jelas dan eksplisit. Dengan alasan inilah, akan menjadi titik balik sejarah di mana manusia pada umumnya akan memahami realitas ilahiah dan akan berbondong-bondong menuju Allah, satu-satunya Wujud Mutlak.

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS. Al-Mu'minuun, 23: 112-114)

7.07.2011

Ini Bukan Sebuah Filsafat atau Cara Berpikir

Takdir adalah pengetahuan sempurna yang dimiliki Allah tentang seluruh kejadian masa lalu atau masa depan. "Kejadian yang belum terjadi" hanya belum dialami oleh manusia.
Allah tidak terikat ruang ataupun waktu, karena Dialah pencipta keduanya. Oleh sebab itu, masa lalu, masa mendatang, dan sekarang, seluruhnya sama bagi Allah; bagi-Nya segala sesuatu telah berjalan dan telah selesai. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan semua tercatat dalam sebuah kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yunus, 10: 61)

Ini bukan sebuah filsafat atau cara berpikir, namun merupakan kebenaran nyata yang tidak mungkin diingkari. Selain merupakan kenyataan teknis, bukti-bukti rasional dan logis pun membawa kita kepada satu-satunya alternatif: alam semesta beserta seluruh zat yang membangunnya dan seluruh manusia yang hidup di dalamnya, merupakan sebuah ilusi. Semuanya merupakan kumpulan persepsi.

Mereka yang beriman menjadi senang ketika memahami rahasia di balik materi, karena kenyataan ini adalah kunci bagi segala pertanyaan. Dengan kunci ini, semua rahasia terbuka. Mereka akan dengan mudah memahami berbagai hal yang sebelumnya sukar dipahami. Dengan terpahaminya rahasia ini, segala kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan material akan hilang.
Manusia beriman memahami bahwa seluruh alam semesta memiliki satu Penguasa, dan yang harus ia lakukan hanyalah sepenuhnya menyerahkan diri kepada Allah. Dialah satu-satunya yang nyata, tempat manusia mencari perlindungan, memohon pertolongan. Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah, 2: 32).

6.30.2011

Dunia di Dalam Mimpi

Bagi Anda, realitas adalah semua yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata.
Di dalam mimpi, Anda juga dapat "menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata Anda", namun dalam kenyataan, Anda tidak memiliki tangan dan mata, juga tidak ada yang dapat disentuh atau dilihat.

Tidak ada realitas material yang membuat hal ini terjadi kecuali otak Anda. Anda telah tertipu.

Apakah yang memisahkan kehidupan nyata dengan mimpi? Pada dasarnya kedua bentuk kehidupan tersebut terjadi di dalam otak. Jika kita dengan mudah dapat hidup dalam dunia tak nyata selama bermimpi, hal yang sama dapat terjadi di dunia yang kita diami.

Ketika kita terbangun dari sebuah mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut "kehidupan nyata". Anggapan kita bahwa mimpi adalah khayalan dan dunia sadar adalah dunia sesungguhnya, merupakan kebiasaan dan praduga.

Jadi bisa saja kita dibangunkan dari kehidupan di bumi yang kita anggap tempat kita hidup sekarang sebagaimana kita dibangunkan dari sebuah mimpi.

Sumber : Kesimpulan dari video Harun Yahya yang saya (penulis) tonton.

6.11.2011

Hati Sukma (Qalb)

Hati atau sukma terjemahan dari kata bahasa
Arab qalb. Sebenarnya terjemahan yang tepat dari qalb adalah jantung, bukan hati atau sukma. Tetapi, dalam pembahasan ini kita memakai kata hati sebagaimana yang sudah
biasa. Hati adalah segumpal daging yang berbentuk bulat panjang dan terletak di dada sebelah kiri. Hati dalam pengertian ini
bukanlah objek kajian kita di sini, karena hal itu termasuk bidang kedokteran yang cakupannya bisa lebih luas, misalnya hati
binatang, bahkan bangkainya. Adapun yang dimaksud hati di sini adalah hati dalam arti yang halus, hati-nurani --daya pikir jiwa (daya nafs nathiqah) yang ada pada hati, di rongga dada. Dan daya berfikir itulah yang disebut dengan rasa (dzauq), yang memperoleh sumber pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Dalam kaitan ini Allah berfirman,
"Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan memahaminya." (QS. 7:1-79).

Dari uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan sementara, bahwa menurut para filsuf dan sufi Islam, hakekat manusia itu
jiwa yang berfikir (nafs insaniyah), tetapi
mereka berbeda pendapat pada cara mencapai kesempurnaan manusia. Bagi para
filsuf, kesempurnaan manusia diperoleh
melalui pengetahuan akal (ma'rifat aqliyah), sedangkan para sufi melalui pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Akal dan hati sama-sama merupakan daya berpikir. Menurut sufi, hati yang bersifat nurani itulah sebagai wadah atau sumber ma'rifat --suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang Ilahi. Hal ini hanya dimungkinkan jika hati telah bersih dari pencemaran hawa nafsu dengan menempuh fase-fase moral dengan latihan jiwa, serta menggantikan moral yang tercela dengan moral yang terpuji, lewat hidup zuhud yang penuh taqwa, wara' serta dzikir yang kontinyu, ilmu ladunni (ilmu Allah) yang memancarkan sinarnya dalam hati, sehingga ia dapat menjadi Sumber atau wadah ma'rifat, dan akan mencapai pengenalan Allah Dengan demikian, poros jalan sufi ialah
moralitas.

Latihan-latihan ruhaniah yang sesuai dengan
tabiat terpuji adalah sebagai kesehatan hati dan hal ini yang lebih berarti ketimbang kesehatan jasmani sebab penyakit anggota tubuh luar hanya akan membuat hilangnya kehidupan di dunia ini saja, sementara penyakit hati nurani akan membuat hilangnya kehidupan yang abadi.

Hati nurani ini tidak terlepas dari penyakit, yang kalau dibiarkan justru akan membuatnya
berkembang banyak dan akan berubah menjadi
hati dhulmani--hati yang kotor. Kesempurnaan hakikat manusia (nafs insaniyah) ditentukan oleh hasil perjuangan antara hati nurani dan hati dhulmani. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah yang artinya,
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya, dan rugilah
orang yang mengotorinya." (QS. 91:8-9).

Hati nurani bagaikan cermin, sementara
pengetahuan adalah pantulan gambar realitas yang terdapat di dalamnya. Jika cermin hati nurani tidak bening, hawa nafsunya yang tumbuh. Sementara ketaatan kepada Allah serta keterpalingan dari tuntutan hawa nafsu itulah yang justru membuat hati-nurani bersih dan cemerlang serta mendapatkan limpahan cahaya dari Allah Swt.

Bagi para sufi, kata al-Ghazali, Allah melimpahkan cahaya pada dada seseorang, tidaklah karena mempelajarinya, mengkajinya, ataupun menulis buku, tetapi dengan bersikap asketis terhadap dunia, menghindarkan diri dari hal-hal yang
berkaitan dengannya, membebaskan hati nurani dari berbagai pesonanya, dan menerima Allah segenap hati.

Dan barangsiapa memiliki Allah niscaya Allah adalah miliknya. Setiap hikmah muncul dari
hati nurani, dengan keteguhan beribadat, tanpa belajar, tetapi lewat pancaran cahaya dari ilham Ilahi. Hati atau sukma dhulmani selalu mempunyai keterkaitan dengan
nafs atau jiwa nabati dan hewani. Itulah
sebabnya ia selalu menggoda manusia untuk mengikuti hawa nafsunya. Kesempurnaan manusia (nafs nathiqah), tergantung pada
kemampuan hati-nurani dalam pengendalian dan pengontrolan hati dhulmani.

Akal

Akal yang dalam bahasa Yunani disebut nous
atau logos atau intelek (intellect) dalam bahasa Inggris adalah daya berpikir yang terdapat dalam otak, sedangkan "hati" adalah daya jiwa (nafs nathiqah). Daya jiwa berpikir yang ada pada otak di kepala disebut akal. Sedangkan yang ada pada hati (jantung) di dada disebut rasa (dzauq). Karena itu ada dua sumber pengetahuan, yaitu pengetahuan akal (ma'rifat aqliyah) dan pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah).

Kalau para filsuf mengunggulkan pengetahuan akal, para sufi lebih mengunggulkan pengetahuan hati (rasa). Menurut para filsuf Islam, akal yang telah mencapai tingkatan tertinggi --akal perolehan (akal mustafad)-- ia dapat mengetahui kebahagiaan dan berusaha memperolehnya. Akal yang demikian akan menjadikan jiwanya kekal dalam kebahagiaan (sorga). Namun, jika akal yang telah mengenal kebahagiaan itu berpaling, berarti ia tidak berusaha memperolehnya. Jiwa yang demikian akan kekal dalam kesengsaraan (neraka).

Adapun akal yang tidak sempurna dan tidak mengenal kebahagiaan, maka menurut al-Farabi, jiwa yang demikian akan hancur. Sedangkan menurut para filsuf tidak hancur. Karena kesempurnaan manusia menurut para filsuf terletak pada kesempurnaan pengetahuan akal dalam mengetahui dan memperoleh kebahagiaan yang tertinggi, yaitu ketika akan sampai ke tingkat akal perolehan.

5.29.2011

Muhammad Dalam Injil Katolik

Perlu diketahui bahwa di dunia ini terdapat
45 injil tentang Yesus, yang terdiri atas 41 injil apokrif dan 4 injil kanonik (Perjanjian Baru), yang kesemuanya itu ditulis jauh sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Oleh karena begitu populernya peristiwa penyaliban Yesus ketika itu, maka banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut dalam bentuk karya sastra maupun berupa kumpulan sabda2 Yesus dari berbagai sumber.
Namun demikian, Alkitab hanya memuat 4 injil saja, yang sebenarnya merupakan hasil karya sastrawan Yunani dan Romawi, yang salah satu rujukannya adalah Septuaginta
Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri. Hal ini disebabkan mengingat begitu kuatnya dominasi kerajaan Romawi di Palestina dan sekitarnya pada saat itu, yang di dalamnya juga banyak terdapat orang2 Yunani.

Sepandai2nya tupai melompat, pasti akan
jatuh juga. Sepandai2nya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Inilah kira2 ungkapan yang paling tepat dalam upaya pengungkapan Nabi Muhammad di dalam injil.
[QS. 2:146] ''Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal
mereka mengetahui.''
[QS. 61:6] ''Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata''.
1. KITAB MATIUS: Ramalan Yesus tentang
Nabi2 Palsu.
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal
mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan
mengenal mereka.
Dalam ayat 15 di atas, Yesus memperingatkan umatnya akan kedatangan nabi2 palsu sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Merek akan menyamar sebagai "domba", maksudnya bahwa nabi2 palsu tersebut akan kelihatan seperti orang baik2, tetapi sesungguhnya hatinya jahat dan menyesatkan, yang dalam ayat di atas digambarkan seperti "serigala yang buas".
Dalam ayat 17 di atas, Yesus memberikan
perumapamaan bahwa "setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang
pohon yang tidak baik menghasilkan buah
yang tidak baik". Ini maksudnya bahwa
setiap ajaran yang baik akan menghasilkan
umat yang baik (banyak), sedang setiap
ajaran yang tidak baik akan menghasilkan umat yang tidak baik (ditinggalkan orang).
Apakah Muhammad nabi palsu? Jika
Muhammad adalah nabi palsu, tentunya
beliau tidak akan diikuti oleh banyak orang
seperti sekarang ini, tetapi akan ditinggalkan orang (ayat 18). Lebih jelas lagi dalam ayat 19, jika Muhammad adalah nabi palsu, maka ajarannya sudah dicampakkan dan tidak akan ada orang yang mempercayainya.
Sedangkan dalam ayat 20, Yesus memberikan ciri2 tentang nabi yang akan datang, yaitu agar dilihat "dari buahnya", maksudnya dari ajaran dan umatnya. Dan terbukti umat Muhammad (Islam) berkembang pesat di dunia ini, sehingga dengan demikian Muhammad bukanlah nabi palsu, bahkan nabi yang sesuai dengan ramalan Yesus sebagaimana dimaksud dalam QS. 61:6 di atas.
2. KITAB YOHANES: Ramalan Yesus tentang
Terang dan Penguasa Dunia.
12:31 Sekarang berlangsung penghakiman
atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari
bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan
bagaimana caranya Ia akan mati. 12:34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"
12:35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya
sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
12:36 Percayalah kepada terang itu, selama
terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka. Dalam ayat 31-32 di atas, dijelaskan Yesus bahwa penguasa dunia akan "dilemparkan keluar" setelah kenaikan Yesus ke langit. Siapakah "penguasa dunia" yang dimaksud Yesus ini? Silahkan baca: Penghibur.
Sedangkan dalam ayat 35-36, dijelaskan Yesus bahwa dalam beberapa waktu lagi terang/cahaya akan datang dan agar umat
Israel percaya kepada terang/cahaya itu.
Siapakah "terang/cahaya" yang dimaksud
Yesus itu? "Terang" tidak lain adalah Al-Qur'an! [QS. 45:52. Dan demikianlah Kami
wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidak mengetahui apakah AlKitab dan tidak mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.]


Contac me : 0857-9-3434-637