Petualangan Si Barley

Kehidupan adalah serangkaian petualangan. Setiap petualangan merupakan kesempatan untuk mengekplorasi dunia.

Gunung Bromo - Probolinggo

Tempat yang sangat menakjubkan dan masyarakatnya yang ramah tamah.

Gunung Guntur - Garut

Pemandangan yang sangat eksotik, yang paling seru saat turun, seperti skating. Meluncuuurr!!!..

Fakultas Psikologi

Masuk bareng-bareng, sarjana juga harus bareng-bareng. Moga saja, amin!

Kampung Sampireun - Garut

Aya kahayang dina jero dada sugan kahontal, nyieun acara di tempat ieu anu sakral keur nyangcang tali asih.

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

8.11.2012

Setiap Agama Mengajarkan Tentang Kebaikan

Apakah ini sebuah alur cerita kehidupan yang sudah menjadi takdir? Atau murni perbuatan manusia? Atau kedua-duanya. Itulah yang terdapat dalam benakku ketika melihat perang antar agama, mulai dari saling menghancurkan tempat ibdah, membakar kitab agama lain, saling mencaci maki tentang tatacara ibadah dan Tuhan, bahkan keyakinan pun semakin marak diperdebatkan dengan argumen dari kitab-kitabnya dan kitab agama lain. Berdebat dengan melontarkan kritikan pedas yang menjatuhkan itu bukan ajaran dari setiap agama.

Yang saya heran itu ada salah satu ormas islam yang kerjaannya itu menggagu agama lain, bahkan tempat-tempat ibadah agama lain dihancurkan. Tujuan mereka untuk apa? Islam tidak mengajarkan seperti itu, mungkin saja hanya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan politik. Dengan suara keras dan lantang mereka menghancurkan tempat ibadah agama lain dengan menyebut nama "Allah", seakan-akan merekalah yang paling benar. Tidak sepantasnya seperti itu, yang ada merusak citra agama Islam. Kalau sudah begitu, mana sisi ibadahnya? Didalam beribadah tidak boleh membawa naluri dan tidak boleh menyembah hawa nafsu.

Orang yang benar-benar paham akan hakikat agama adalah orang yang mengajarkan kebenaran, tetapi tidak mengganggap dirinya paling benar. Setiap orang sangat berharga dan sama pentingnya bagi Allah, terlepas dari jenis kelamin, ras, status sosial dll.
Ini pesan untuk para tokoh agama Islam, saya mengutip dari bukunya Karen Amstrong - Sejarah Tuhan :
"Nabi Muhammad tiak memandang dirinya tengah menegakan agama baru yang ekslusif dan berpendapat semua keyakinan yang mengarah kepada kebaikan berasal dari Tuhan yang esa. Namun, sejak abad ke 9 kaum ulama mulai melupakan pandangan ini dan mengetengahkan kultus islam sebagai satu-satunya agama yang benar".

Selama jantung ini berdetak, nafas ini berhembus, peperangan dimuka bumi ini tidak akan pernah selesai, termasuk peperangan dalam diri kita sendiri. 

12.10.2011

Shalat Malam Lebih Dari 11 Rakaat

Dewan Hisbah Persatuan Islam setelah:
MENGINGAT:
1. Firman Allah :

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji".
(Q.s. Al-Isra : 79.)


2. Hadis-hadis Nabi SAW:

"Lima salat dalam sehari semalam, Ia bertanya lagi, Adakah yang wajib atasku selain itu? Beliau menjawab, Tidak ada, kecuali kalau engkau hendak mengerjakan yang sunat."
(H.R. Bukhari)


Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah saw. tidak pernah melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan, (juga) pada bulan yang lainnya, lebih dari sebelas rakaat, yaitu beliau salat empat rakaat, jangan engkau bertanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat empat rakaat, jangan (pula) engkau bertanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat tiga rakaat. Aisyah berkata, ‘Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum witir?’ Beliau menjawab, ’Hai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, tapi hatiku tidak tidur’.”
(Muttafaq Alaih)


Sesungguhnya Kuraib Maula Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya, ia berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, kataku, ‘Bagaimana salat Rasulullah saw di waktu malam?’ lalu ia menjelaskan sifat salat beliau bahwa beliau salat sebelas rakaat dengan witir, kemudian beliau tidur sampai nyenyak, lalu aku melihat beliau mendengkur, kemudian Bilal datang dan berkata, ‘Salat wahai Rasulullah’, lalu beliau berdiri dan salat dua rakaat, beliau salat bersama orang-orang dan tidak berwudlu lagi’.”
(H.R. Abu Daud dan an-Nasai melalui Sa’id bin Abi Hilal, dari Makhramah bin Sulaiman, dari Kuraib)


"Dari Abu Salamah, Ia berkata,'Saya datang ke ( rumah ) Aisyah dan saya bertanya Wahai ummah kabarkanlah kepadaku tentang Salat malam Rasulullah saw, lalu beliau menjawab,'Salat beliau pada bulan Ramadlan dan bulan lainnya tiga belas rakaat diantaranya dua rakaat fajar".
(H.R. Muslim, Ibnu Abu Syaibah, at-Thahawi, An-Nasai, al-Baihaqi, melalui Sufyan bin Uyainah, dari Abdullah bin Abu Labid, dari Abu Salamah bin Abdurrahman)


Dari Amir as-Sya'bi, ia berkata, “Saya bertanya kepada Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar tentang salat malam Rasulullah saw. Kemudian mereka menjawab. ‘Tiga belas rakaat, yaitu delapan rakaat dan witir tiga rakaat dan dua rakaat setelah terbit fajar’.".
(H.R. Ibnu Majah dan at-Thabrani)

MENDENGAR:
1. Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah K.H. Usman Shalehuddin
2. Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP Persis K.H. Prof. Dr. Maman Abdurrahman. MA
3. Makalah dan pembahasan yang disampaikan oleh: K.H. Drs. Uus M. Ruhiat
4. Pembahasan dan penilaian dari anggota Dewan Hisbah terhadap masalah tersebut di atas

MENIMBANG:
1. Adanya pendapat ulama yang membolehkan salat malam lebih dari sebelas rakaat.
2. Adanya hadis sahih yang difahami bahwa Rasulullah saw. salat malam tiga belas rakaat.
3. Tidak didapatkan hadis sahih baik qauliyyah (ucapan) ataupun fi'liyyah (perbuatan) yang menerangkan bahwa Rasulullah saw. salat malam lebih dari sebelas rakaat.
4. Perlunya kejelasan dan ketegasan tentang batasan jumlah rakaat salat malam.
Dengan demikian Dewan Hisbah Persatuan Islam

MENGISTINBATH :
1. Salat malam tidak lebih dari sebelas rakaat.
2. Perkataan shahabat tentang salat Nabi saw. yang tiga belas rakaat itu mempunyai dua maksud :
a. Dengan rak'atain khafifatain (salat iftitah) sebelum salat malam.
b. Dengan qabla shubuh.
Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah terlampir.

DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM

Sumber : www.persis.or.id

7.07.2011

Empat Tips Rumah Tangga Harmonis

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.

Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam- putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat. Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola.

Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan. Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah. Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu.

Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antara mereka. Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga. Ke empatnya adalah:

1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidak harmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidak harmonisan berujung pada perceraian. Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini
kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh. Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi. Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya. Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu. Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan. Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi. Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!

Sumber : Dakwah Islam

6.05.2011

Ucapan “Shadaqallahul ‘Azhim” setelah membaca Al Quran?

Bacaan “shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an merupakan perkara yang tidak asing bagi kita tetapi sebenarnya tidak ada tuntunannya, termasuk amalan yang tidak ada contoh dari Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallamdan para sahabatnya, bahkan menyelisihi amalan Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam ketika memerintahkan Ibnu Mas ’ud untuk berhenti dari membaca Al Qur ’an dengan kata “hasbuk ”(cukup), dan Ibnu Mas’ud tidak membaca shadaqallahul ’adzim. Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan:
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam telah berkata kepadaku, “Bacakan kepadaku (Al Qur’an)!” Aku menjawab, “Aku bacakan (Al Qur’an) kepadamu? Padahal Al Qur ’an sendiri diturunkan kepadamu. ” Maka Beliau menjawab, “Ya”. Lalu aku membacakan surat An Nisaa’ sampai pada ayat 41. Lalu beliau berkata, “Cukup, cukup.” Lalu aku melihat beliau, ternyata kedua matanya meneteskan
air mata.

Syaikh Muhammad Musa Nashr menyatakan, “Termasuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah) yaitu mayoritas qori’ (orang yang membaca Al Qur ’an) berhenti dan memutuskan bacaannya dengan
mengatakan shadaqallahul ‘azhim, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentikan bacaan Ibnu Mas ’ud dengan mengatakanhasbuk (cukup). Inilah yg dikenal para salaf dan tidak ada keterangan bahwa mereka memberhentikan atau mereka berhenti dengan mengucapkan shadaqallahul ‘azhimsebagaimana dianggap baik oleh orang- orang sekarang ”. (Al Bahtsu wa Al Istiqra ’ fi Bida’ Al Qurra’, Dr Muhammad Musa Nashr, cet 2, th 1423H)

Kemudian beliau menukil pernyataaan Syaikh Mustafa bin Al ‘Adawi dalam kitabnya Shahih ‘Amal Al Yaumi Wa Al Lailhlm 64 yang berbunyi, “Keterangan tentang ucapanShadaqallahul’azhim ketika selesai membaca Al Qur ’an: memang kata shadaqallahdisampaikan Allah dalam Al
Qur’an dalam firman-Nya: َ‎
“Katakanlah:’Benarlah (apa yang difirmankan) Allah. ’ Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk
orang-orang yang musyrik. ” (Qs Ali Imran:95)

Memang benar, Allah Maha Benar dalam
setiap waktu. Namun masalahnya kita tidak
pernah mendapatkan satu hadits pun yang
menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam mengakhiri bacaannya dengan kata “Shadaqallahul’azhim.” Di sana ada juga orang yang menganggap baik hal-hal yang lain namun kita memiliki Rasulullah shallallanhu ’alaihi wa sallam sebagai contoh teladan yang baik .

Demikian juga kita tidak menemukan satu
atsar, meski dari satu orang sahabat walaupun kita mencukupkan pada hadits-hadits Nabi shallallanhu ’alaihi wa sallam setelah kitab Allah dalam berdalil terhadap masalah apa pun. Kami telah merujuk kepada kitab Tafsir Ibnu Katsir, Adhwa’ Al Bayan, Mukhtashar Ibnu katsir dan Fathul Qadir, ternyata tak satu pun yang menyampaikan pada ayat ini, bahwa Rasulullah shallallanhu ’alaihi wa sallam pernah mengakhiri bacaannya
dengan shadaqallahul ‘azhim.(Lihat Hakikat Al Maru Bil Ma’ruf Wa Nahi ‘Anil munkar, Dr Hamd bin Nashir Al ‘Amar,cet 2)

Bila dikatakan “Cuma perkataan saja, apa dapat dikatakan bid ’ah?” Perlu kita pahami, bahwa perbuatan bid’ah itu meliputi perkataan dan perbuatan sebagaimana sabda
Rasulullah shallallanhu ’alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan
tersebut tertolak. ” (HR Muslim)

Sehingga apa pun bentuknya, perkataan atau
perbuatan yang dimaksudkan untuk ibadah
yang tidak ada contohnya dalam agama, maka ia dikategorikan bid ’ah. Bid’ah ialah tata cara baru dalam agama yang tidak ada
contohnya, yang menyelisihi syariat dan
dalam mengamalkannya dimaksudkan sebagai
ibadah kepada Allah.
Wallahu a’lam.


Sumber: Tanya Jawab Majalah As Sunnah ed 04/IX/1426H/2005M (dengan sedikit pengeditan)
Murajaah: Ust Abu Rumaysho M A Tausikal

6.01.2011

Sejarah Musik Blues

Blues dikenal sebagai sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik yang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di AS.

Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik AS dipopulerkan oleh ‘Bapak Blues’–WC Handy (1873-1958). Percayakah Anda bahwa musik Blues berakar dari tradisi kaum Muslim Awalnya, publik di negeri Paman Sam pun tak meyakininya. Namun, seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf, berhasil meyakinkan publik bahwa Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika Barat. Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman. Yang pertama diperdengarkannya kepada publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard itu adalah lantunan adzan–panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat.
Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp Holler. Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun yang lalu. Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca-Perang Sipil. Lirik lagu Levee Camp Holler yang diperdengarkan Diouf itu terdengar seperti panggilan suara adzan–berisi tentang keagungan Tuhan. Seperti halnya lantunan adzan, lagu itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara lagu Blues Levee Cam Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya pertautan antara keduanya. Publik yang hadir di ruangan itu pun takjub dengan kebenaran bukti yang diungkapkan Diouf. “Tepuk tangan pun bergemuruh, sebab hubungan antara musik Blues Amerika dengan tradisi Muslim jelas-jelas terbukti,” papar Diouf. “Mereka berkata, ‘Wow, benar-benar terdengar sama. Blues ternyata benar berakar dari sana (tradisi Islam) ’.”

Jonathan Curiel dalam tulisannya bertajuk, Muslim Roots, US Blues, mengungkapkan bahwa publik Amerika perlu berterima kasih kepada umat Islam dari Afrika Barat yang tinggal di Amerika. Sekitar tahun 1600 hingga pertengahan 1800 M, banyak penduduk kulit hitam dari Afrika Barat yang dibawa paksa ke Amerika dan dijadikan budak.

Secara khusus, Prof Kubik menulis sebuah buku tentang relasi musik Blues dengan peradaban Islam di Afrika Barat berjudul, Africa and the Blues, yang diterbitkan University Press of Mississippi pada 1999. “Saya yakin banyak penyanyi Blues saat ini yang tak menyadari bahwa pola musik mereka meniru tradisi musik kaum Muslim di Arab ” cetusnya. Secara akademis Prof Kubik telah membuktikannya.

“Gaya vokal kebanyakan penyanyi Blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang. Gaya vokal seperti itu merupakan peninggalam masyarakat di Afrika Barat yang telah melakukan kontak dengan dunia Islam sejak abad ke-7 dan 8 M,” paparnya. Melisma menggunakan banyak nada dalam satu suku kata. Sedangkan, intonasi bergelombang merupakan
rentetan yang beralih dari mayor ke skala minor dan kembali lagi. Hal itu sangat umum digunakan saat kaum Muslim melantunkan adzan dan membaca Alquran.

Dengan fakta itu, papar Prof Kubik, para peneliti musik seharusnya mengakui bahwa Blues berakar dari tradisi Islam yang berkembang di Afrika Barat. Meski telah dibuktikan secara akademis, namun masih banyak pula yang tak mengakui adanya pengaruh tradisi masyarakat Muslim Afrika dalam musik Blues. “Non-Muslim sangat sulit untuk meyakini fakta itu, karena mereka tak memiliki pengetahuan yang cukup tentang peradaban Islam dan musik Islami,” ungkap Barry Danielian, seorang pemain terompet yang tampil bersama Paul Simon, Natalie Cole, dan Tower of Power. Suara lantunan adzan dan ayat-ayat Alquran yang biasa dilantunkan para Muslim kulit hitam di Amerika mengandung musikalitas. “Dalam jamaah saya, kata Danielian yang tinggal di Jersey City, New Jersey, ‘Ketika kami berkumpul dan sang imam datang ada ratusan orang dan kami melantunkan doa, pasti terdengar sangat musikal. Anda akan mendengar musikal itu seperti orang Amerika
menyebut Blues.’” Begitulah tradisi Islam di AS telah melahirkan sebuah aliran musik bernama Blues.

5.29.2011

Muhammad Dalam Injil Katolik

Perlu diketahui bahwa di dunia ini terdapat
45 injil tentang Yesus, yang terdiri atas 41 injil apokrif dan 4 injil kanonik (Perjanjian Baru), yang kesemuanya itu ditulis jauh sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Oleh karena begitu populernya peristiwa penyaliban Yesus ketika itu, maka banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut dalam bentuk karya sastra maupun berupa kumpulan sabda2 Yesus dari berbagai sumber.
Namun demikian, Alkitab hanya memuat 4 injil saja, yang sebenarnya merupakan hasil karya sastrawan Yunani dan Romawi, yang salah satu rujukannya adalah Septuaginta
Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri. Hal ini disebabkan mengingat begitu kuatnya dominasi kerajaan Romawi di Palestina dan sekitarnya pada saat itu, yang di dalamnya juga banyak terdapat orang2 Yunani.

Sepandai2nya tupai melompat, pasti akan
jatuh juga. Sepandai2nya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Inilah kira2 ungkapan yang paling tepat dalam upaya pengungkapan Nabi Muhammad di dalam injil.
[QS. 2:146] ''Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal
mereka mengetahui.''
[QS. 61:6] ''Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata''.
1. KITAB MATIUS: Ramalan Yesus tentang
Nabi2 Palsu.
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal
mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan
mengenal mereka.
Dalam ayat 15 di atas, Yesus memperingatkan umatnya akan kedatangan nabi2 palsu sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad. Merek akan menyamar sebagai "domba", maksudnya bahwa nabi2 palsu tersebut akan kelihatan seperti orang baik2, tetapi sesungguhnya hatinya jahat dan menyesatkan, yang dalam ayat di atas digambarkan seperti "serigala yang buas".
Dalam ayat 17 di atas, Yesus memberikan
perumapamaan bahwa "setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang
pohon yang tidak baik menghasilkan buah
yang tidak baik". Ini maksudnya bahwa
setiap ajaran yang baik akan menghasilkan
umat yang baik (banyak), sedang setiap
ajaran yang tidak baik akan menghasilkan umat yang tidak baik (ditinggalkan orang).
Apakah Muhammad nabi palsu? Jika
Muhammad adalah nabi palsu, tentunya
beliau tidak akan diikuti oleh banyak orang
seperti sekarang ini, tetapi akan ditinggalkan orang (ayat 18). Lebih jelas lagi dalam ayat 19, jika Muhammad adalah nabi palsu, maka ajarannya sudah dicampakkan dan tidak akan ada orang yang mempercayainya.
Sedangkan dalam ayat 20, Yesus memberikan ciri2 tentang nabi yang akan datang, yaitu agar dilihat "dari buahnya", maksudnya dari ajaran dan umatnya. Dan terbukti umat Muhammad (Islam) berkembang pesat di dunia ini, sehingga dengan demikian Muhammad bukanlah nabi palsu, bahkan nabi yang sesuai dengan ramalan Yesus sebagaimana dimaksud dalam QS. 61:6 di atas.
2. KITAB YOHANES: Ramalan Yesus tentang
Terang dan Penguasa Dunia.
12:31 Sekarang berlangsung penghakiman
atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari
bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan
bagaimana caranya Ia akan mati. 12:34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"
12:35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya
sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
12:36 Percayalah kepada terang itu, selama
terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka. Dalam ayat 31-32 di atas, dijelaskan Yesus bahwa penguasa dunia akan "dilemparkan keluar" setelah kenaikan Yesus ke langit. Siapakah "penguasa dunia" yang dimaksud Yesus ini? Silahkan baca: Penghibur.
Sedangkan dalam ayat 35-36, dijelaskan Yesus bahwa dalam beberapa waktu lagi terang/cahaya akan datang dan agar umat
Israel percaya kepada terang/cahaya itu.
Siapakah "terang/cahaya" yang dimaksud
Yesus itu? "Terang" tidak lain adalah Al-Qur'an! [QS. 45:52. Dan demikianlah Kami
wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidak mengetahui apakah AlKitab dan tidak mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.]


Contac me : 0857-9-3434-637